Identitas Nasional
1.Pengertian identitas nasional
2. fungsi identitas nasional
Menurut Smith (1991) terdapat
tiga fungsi dari Identitas Nasional, yaitu:
- Identitas Nasional memberikan jawaban yang memuaskan terhadap rasa takut akan kehilangan identitas melalui identifikasi terhadap bangsa.
- Identitas Nasional menawarkan pembaharuan pribadi dan martabat bagi individu dengan menjadi bagian dari keluarga besar suatu bangsa
- Identitas Nasional memungkinkan adanya realisasi dari perasaan persaudaraan, terutama melalui simbol-simbol dan upacara.
3. faktor-faktor pembentuk
identitas nasional
a. Primordialisme
Ikatan
kekerabatan (darah dan keluarga) dan kesamaan suku bangsa, daerah, bahasa dan
adat istiadat merupakan faktor-faktor primordial yang dapat membentuk
bangsa-bangsa. Primordialisme tidak hanya menimbulkan pola perilaku yang sama,
tetapi juga melahirkan persepsi yang sama tentang masyarakat negara yang
dicita-citakan Walaupun ikatan kekerabatan dan kesamaan budaya itu tidak
menjamin terbentuknya suatu bangsa, karena mungkin ada factor yang lain yang
lebih menonjol, namun kemajemukan secara budaya mempersukar pembentukan suatu
nasionalisme baru (bangsabangsa) karena perbedaan ini akan melahirkan konflik
nilai.
b. Keagamaan (Sakralitas Agama)
Kesamaan agama
yang dipeluk oleh suatu masyarakat, atau ikatan ideologi doktriner yang kuat
dalam suatu masyarakat merupakan faktor sakral yang dapat membentuk
bangsa-negara. Ajaran-ajaran agama dan ideologi doktriner tidak menggambarkan
semata-mata bagaimana seharusnya hidup (dalam hal ini cara hidup yang suci,
agama menjanjikan surga, ideologi doktriner menjanjikan masyarakat tanpa
kelas), karena menggambarkan cara hidup yang seharusnya dan tujuan suci.
Walaupun kesamaan agama atau ideologi tidak menjamin bagi terbentuknya suatu
bangsa-negara, sebagaimana ditunjukkan dengan kenyataan lebih dari sepuluh
Negara Arab untuk Islam, puluhan negara Amerika Latin untuk Katholik, dan
sejumlah negara komunis, namun faktor ini ikut menyumbangkan bagi terbentuknya
satu nasionalitas.
c. Pemimpin Bangsa
Kepemimpinan
dari seorang tokoh yang disegani dan dihormati secara luas oleh masyarakat
dapat pula menjadi faktor yang menyatukan suatu bangsa-negara. Pemimpin ini
menjadi panutan sebab warga masyarakat mengidentifikasikan diri kepada sang
pemimpin, dan ia dianggap sebagai "penyambung lidah" masyarakat.
Berdasarkan masyarakat yang tengah membebaskan diri dari belenggu penjajahan
biasanya muncul pemimpin yang kharismatik untuk menggerakkan massa rakyat
mencapai kemerdekaannya. Kemudian pemimpin ini muncul sebagai simbol persatuan
bangsa, seperti tokoh dwitunggal Soskarno-Hatta di Indonesia dan Joseph Bros
Tito di Yugoslavia.
d. Sejarah Bangsa
Persepsi yang sama
tentang asal-usul (nenek moyang) dan/atau persepsi yang sama tentang pengalaman
masa lalu seperti penderitaan yang sama yang disebabkan dengan penjajahan tidak
hanya melahirkan solidaritas (sependeritaan dan sepenanggungan), tetapi juga
tekad dan tujuan yang sama antar kelompok masyarakat. Solidaritas, tekad, dan
tujuan yang sama itu dapat menjadi identitas yang menyatukan mereka sebagai
bangsa sebab hal-hal ini akan membentuk konsep ke-kita-an dalam masyarakat.
Sejarah tentang asal-usul dan pengalaman masa lalu ini biasanya dirumuskan
(cenderung didramatisasikan), dan disosialisasikan kepada seluruh anggota
masyarakat melalui media massa (film dokumenter, film cerita, dan drama melalui
televisi dan radio). Khusus bagi generasi baru, konsep sejarah ini disampaikan
melalui pendidikan formal di sekolah-sekolah dalam mata ajaran Sejarah
Perjuangan Bangsa (Sejarah Nasional).
4. unsur-unsur identitas nasional
Identitas nasional Indonesia
merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari
unsur-unsur pembentukan identitas yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan dan
bahasa.
- Suku bangsa : adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang mana coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa.
- Agama : bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agam resmi negara namun sejak pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan.
- Kebudayaan, adalah pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunaan oleh pendukungpendukung untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi.
- Bahasa : merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbiter dibentuk atas unsurunsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia
Dari unsur-unsur Identitas
nasionak tersebut diatas dapat dirumuskan pembagiannya menjadi dua bagian
sebagai berikut :
- Identitas Fundamental yaitu pancasila yang merupakan falsafat bangsa, dasar negaram dan ideilogi negara
- Identitas instrumental yang berisi UUD 1945 dan tata Perundang-undangan, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaan “ Indonesia Raya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar